Minggu, 14 Desember 2014

Aplikasi Penilaian dan Raport Kurikulum 2013

SMKN1MT -  Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh!

Salam Sejahtera dan berkah selalu kepada Tuhan Yang Maha esa

Alhamdulillah, telah selesai pengerjaan dan pembuatan Aplikasi Kurikulum 13 (KURTILAS) Atau K13.

Adapun Aplikasi yang telah dibuat adalah:


1.Aplikasi Koreksi soal Essay dan Pilihan Ganda (spreedsheet pengolah nilai).

Aplikasi ini terdiri dari:

a) koreksi essay 10 soal
b) Pilihan Ganda 50 Soal
c) Hasil Analisis

2.Aplikasi Penilaian Kurtilas (kurikulum 13)

Aplikasi ini terdiri dari:

a) Penilaian sikap, keterampilan dan pengetahuan
b) Rekapitulasi nilai sikap, keterampilan dan pengetahuan
c) Absensi otomatis
d) Grafik otomatis
e) Nilai Akhir Siswa

3.Raport Kurtilas

Aplikasi ini terdiri dari:

  1. Disesuaikan dengan juknis dan pengisian raport kurikulum 2013 oleh kemendiknas RI, yaitu berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan
  2. Dilengkapi dengan grafik ranking
  3. Dilengkapi dengan analisis ranking (apabila terdapat ranking yang sama)
  4. Include penilaian untuk semester II 
  5. Format Sertifikat untuk siswa yang memperoleh Ranking
  6. Pengembangan program keahlian yang lebih mudah disesuaikan dalam pengisian raport.
  7. Sesuai dengan Permen No 104 Tahun 2014

PETUNJUK

Aplikasi Ini Berbasis Excel Macro













Untuk mencoba, silakan  disini : UNDUH





Sabtu, 13 Desember 2014

Guru ini Berhasil Menaklukan Gembong Narkoba

SMKN1MT-  Kenakalan remaja saat ini sudah sangat luar biasa. Para remaja banyak yang terlibat kasus narkoba. Pemulihan pecandu narkoba tidaklah mudah. Namun dengan ketulusan seorang guru berhasil menaklukan seorang murid pecandu sekaligus pengedar narkoba. Bagaimana kisah unik yang mengharu biru itu? Mari kita simak kisah berikut ini. 
“Hati-hati mengajar di kelas 2C, bisa-bisa dikerjain habis-habisan.” Kata Wanti dengan nada geram. Mulutnya manyun menandakan kesal yang luar biasa.
            “Masa tadi aku ngomong, anak badung itu tidak mau sama sekali melihatku. Alih-alih memperhatikan malah sibuk cengengesan. Ihhh… pingin ngejambak rambutnya” lanjutnya lagi sambil menghempaskan tubuhnya di sofa.
            “Berapa orang yang nakal wan?” tanyaku, sambil duduk di samping Wanti yang masih emosi.
            “Yang nakal banget satu orang. Tapi dia suka mempengaruhi teman-temannya untuk ikut berbuat onar. Ya Ampun, aku sampai bingung mau ngomong apa tadi. Semua rencana pelajaran hari ini tidak tersampaikan.” Lanjut Wanti.
            “Sabar ya Wan, semoga ke depannya mereka lebih bisa dikendalikan. Anggap saja ini ujian berharga agar kita lebih memperbaiki persiapan mengajar.” Wanti hanya mendengus pelan, mungkin dia sedang berusaha mengendalikan emosinya.
            Sebagai mahasiswa yang sedang mengikuti praktik mengajar, apa yang dialami sama Wanti sangat tidak mengenakan. Kami yang sedang belajar untuk menjadi guru, memerlukan kondisi yang kondusif. Jika semua kelas seperti itu, bisa-bisa kami gagal dan harus mengulang praktik mengajar tahun depan.
            Dapat dikatakan kami kurang beruntung, karena mendapat sekolah swasta. Mayoritas murid-murid di sekolah ini memiliki nilai akhir yang kecil, sehingga tidak masuk sekolah negeri. Siswa yang memiliki minat belajar sungguh-sungguh, bisa dihitung dengan jari. Selebihnya, berangkat sekolah hanya main-main saja, ada juga hanya karena takut sama orang tua, bahkan ada juga yang datang ke sekolah tanpa tahu tujuannya mau apa.
            “Jangan macam-macam sama anak sini, mereka akrab dengan preman. Jadi kalau diusik preman akan ikut campur” begitu peringatan dari penjaga sekolah pada saat kami baru datang.
            “Cari aman sajalah, jangan macam-macam. Guru di sini juga sudah pada tahu” lanjutnya, dengan pandangan tajam.
            Aku membatin, mendengar penjelasan dari penjaga sekolah tersebut. Hatiku terasa diiris. Bukankah sekolah adalah tempat untuk mendidik anak, agar memiliki perilaku yang baik, punya masa depan yang cerah. Teori belajar mengajar yang sudah kudapat bersesakan di kepala. Saatnya kini untuk menerapkan teori-teori itu, tapi harus berhadapan dengan kondisi seperti ini.
            “Dulu ada guru yang sok tegas, anak yang nakal dihukum. Apa yang terjadi? Pulang dari sekolah, di tempat yang sepi guru itu disergap, nyaris nyawanya tidak tertolong.” Bapak penjaga sekolah melanjutkan ceritanya.
            Spontan kami bergidik mendengarnya.                                                                            
            Sesama teman seperjuangan, guru-guru PPL sepakat untuk mencari jalan aman. Bukannya kami tidak mau mendidik siswa dengan sebaik mungkin. Namun posisi kami yang masih belajar dan melaksanakan tugas akhir, menuntut kami untuk tidak terlalu terlibat dalam menghadapi kenakalan siswa. Kami hanya berusaha untuk menyelesaikan tugas mengajar dengan baik dan mendapat nilai yang baik.
            Kami berusaha untuk menjadi sahabat bagi semua siswa, sehingga mereka tidak canggung dengan kami. Cara ini cukup efektif untuk mengontrol emosi mereka. Walaupun tidak semua siswa bisa akrab dengan kami,  tapi lumayan mereka tidak mengganggu ketika kami mengajar di kelas. Siswa yang memang sangat nakal sangat sulit kami dekati. Salah satunya Rumanto ‘penguasa’ 2-C. Dia senantiasa memandang sinis pada kami.
 Berdasarkan pengakuan beberapa siswa, Rumanto merupakan salah satu pengedar narkoba di sekolah itu. Di sekolah, dialah gembongnya dan memiliki anak buah. Dia menjalin kerjasama dengan penjaga sekolah juga. Langganan Rumanto banyak juga di sekolah. Tak heran jika Rumanto bagaikan ‘raja kecil’ di sekolah, tidak ada yang berani mengusiknya, termasuk para guru.
Teman-teman perempuanku, sudah takluk di tangannya. Mereka memilih untuk tidak mengajar di kelas 2-C. Ada juga yang nekad mengajar di kelas 2-C, tapi hanya sampai separuh jalan. Dia menghambur keluar kelas sambil menangis. Penyebabnya, adalah Rumanto yang berbuat usil. Aku sendiri, tertantang untuk menaklukannya. Aku memutar otak, mencari jalan untuk menaklukan sang gembong.
            Tanpa terasa, hanya tinggal tiga minggu lagi, aku harus mengajar di kelas 2-C. Mau tidak mau harus berhadapan dengan sang gembong. Selain mempersiapkan materi sebaik mungkin, aku pun menyisihkan waktu untuk membaca buku-buku psikologi. Aku pikir, pasti ada cara untuk menaklukan anak nakal itu, dengan cara yang baik tentunya. Diam-diam, aku mengamati tingkah polah Rumanto.
            “Tuh itu orangnya, yang bibirnya monyong dan matanya belo.” Wanti berbisik di telingaku, ketika Rumanto berlalu di hadapan kami.
            Gayanya sangat khas, dadanya dibusungkan, dagunya diangkat. Persis kaya koboy jahat yang ada di film-film he…he..
            Tibalah waktunya, aku mengajar di kelas 2-C. Kelas yang paling mengerikan. Sebelum masuk kelas aku berdoa lama sekali. Aku memohon pertolongan dan kekuatan dari Allah swt.. Aku yakin Allah Maha Pemilik jiwa makhluk-makhluk-Nya, termasuk Rumanto. Aku memohon agar  hati Rumanto dilembutkan dan ia diberi hidayah.
            Setenang mungkin aku masuk ke ruang kelas. Selanjutnya aku mengedarkan pandangan, selain untuk menguasai audiens, juga untuk mengetahui keberadaan Rumanto. Dia duduk di bangku kedua, sejajar dengan meja guru.
            Pertemuan pertama di kelas 2-C, diawali dengan perkenalan. Setelah memperkenalkan diri, aku mulai membaca absen siswa. Setiap nama aku beri makna bebas, makna yang baik tentunya. Gelak tawa sesekali kali memenuhi ruangan kelas. Mereka sangat menikmati caraku berkenalan.
            Plok…Plak…Plok…
            Sang gembong mulai beraksi. Persis seperti kata teman-temanku. Dia memulai aksinya dengan menghentak-hentakan kakinya, kemudian melempar-lempar pinsil atau apa saja yang ada di tangannya. Aku berusaha menenangkan diri, agar tidak terpancing emosi.
            “Selanjutnya… wah namanya unik sekali. Pasti orangnya keren. RUMANTO, mana yang namanya Rumanto?” teriakku, sambil mengedarkan pandangan, pura-pura mencarinya.
            Rumanto mengacungkan tangannya dengan sumringah. Tampaknya, dia senang sekali mendapat pujian dariku.
            “Rumanto, artinya pemimpin lelaki yang membawa pembaharuan. Wah hebat ya… Rumanto ini calon pemimpin hebat…”
            Senyum Rumanto semakin lebar. Tangannya membetulkan krah bajunya, sambil mesem-mesem.
            Uuuhhhh… teman-temannya meneriaki Rumanto. Diantaranya ada juga yang mencibir dan buang muka.
            Rumanto tidak memperdulikan teriakan temannya, ia masih kelihatan bahagia sekali mendapat pujian dan sanjungan.
            “Maaf… boleh minta tolong? Siapa yang mau menghapus papan tulis?” pintaku setelah selesai mengabsen.
            Rumanto langsung berdiri dan berjalan ke arah papan tulis.
            “Tumben To, Lu rajin” ledek temannya
            “Calon pemimpin memang harus rajin dan bertanggung jawab” kataku sambil tersenyum.
            Ehem… ehem… ledek temannya lagi.
            “Terimakasih ya Rumanto” dengan senyumnya yang manis Rumanto menganggukkan kepalanya.
            Selanjutnya, proses belajar berjalan dengan tenang dan lancar. Rumanto mengikuti pelajaran dengan khusyu, bahkan dia pun menulis. Sengaja aku mendekatinya, tampak tulisannya rapih dan bukunya pun sangat rapih. Dia menulis di halaman pertama, berarti baru hari ini dia mau menulis.
            “Tulisannya bagus, Rumanto berbakat jadi penulis juga ya” kataku. Rumanto tersenyum lebih manis lagi.
            Aku sangat bersyukur, bisa menemukan cara untuk ‘menjinakkan’ Rumanto. Aku rasa, setiap orang ingin mendapat penghargaan dari orang lain. Bisa jadi, anak-anak menjadi nakal karena kurang dihargai. Bahkan, label sebagai anak nakal sudah terlanjur menempel dalam dirinya. Sehingga tidak ada keinginan untuk berubah menjadi baik.
            Rumanto, menjadi bukti. Anak yang selama ini bagaikan monster menakutkan bagi guru-guru PPL, bisa bersikap baik. Bahkan bisa diajak kerjasama. Aku semakin bersemangat untuk terus mengarahkan mereka ke arah yang lebih baik tanpa harus mengibarkan bendera perang. Sentuhlah hatinya dengan hati, itu prinsipku.
            Tanpa terasa, dua jam pelajaran pun berakhir. Aku keluar kelas dengan senyum bahagia. Teman-temanku sudah menunggu di ruang guru. Rupanya mereka menantikan kabar apa yang aku bawa. Mereka mengira aku akan terisak-isak keluar kelas.
            “Bagaimana? Lancar? Si Rumanto berulah tidak?” berondong Wanti, begitu aku sampai.
            “Alhamdulillah lancar…”
“Si Rumanto tidak ada?” tanya Wanti penasaran.
            “Ada…”
            Wanti mengernyitkan dahinya, begitu pun yang lainnya.
            “Terus?” tanya Aldi.
            “Terus apanya?” aku balik bertanya.
            “Terus bagaimana ceritanya, kamu bisa keluar kelas dengan tersenyum tidak seperti yang lain.”
            “Oh… ya biasa aja, aku mengajar seperti biasa”
            “Gimana caranya dia bisa jinak?” tanya Wanti dengan penasaran level 10.
            Aku akhirnya bercerita pengalaman mengajar di kelas 2-C. Semua mendengarkan dengan penuh takjub.
            “Jadi kesimpulannya, selalu ada jalan keluar dan anak nakal bisa jadi anak baik, asal diperlakukan dengan baik” pungkasku, diaminkan yang lain.
            Selanjutnya, aku bisa mengajar di kelas 2-C dengan lancar. Rumanto menunjukan sikap yang sangat baik, selama aku di kelas. Dia kelihatan sangat antusias dalam belajar. Ketika diadakan diskusi, Rumanto terlibat aktif. Dia tidak menghiraukan sikap beberapa temannya yang terus meledek. Mungkin bagi teman-temannya, sangat janggal melihat Rumanto aktif belajar dan diskusi.
            Tibalah saatnya, diadakan ulangan harian. Semua mengikuti dengan baik, tidak ada seorang pun yang berusaha mencontek atau kerjasama. Termasuk Rumanto. Hatiku geli, melihat mimiknya yang super serius.
            Tanpa kuduga, Rumanto mendapat nilai tertinggi. Di balik kertas ulangannya, kutulis sebait puisi
            Nak…
            Jalanmu masih sangat panjang
            Songsong masa depanmu
            Tegapkan langkahmu
            Jangan sia-siakan masa mudamu

            Pastikan masa depan ada dalam genggammu
            Raih cita dan impian
            Buktikan pada dunia
            Bahwa kamu ada
            Rumanto bersorak gembira menerima kertas ulangannya. Selama perjalanannya sebagai pelajar, baru kali ini ia mendapat nilai tertinggi. Kesempatan emas ini tidak aku sia-siakan. Kusampaikan bahwa ketika kita berusaha keras, pasti akan mendapatkan hasil yang memuaskan.
            Keberhasilan Rumanto menjadi inspirasi bagi teman-temannya. Mereka tampak belajar semakin serius. Betul kata orang, kalau sudah kepegang ‘kepala sukunya’, anak buahnya akan mengikuti jejaknya.
            Sejak mendapat nilai ulangan tertinggi, terjadi perubahan besar pada diri Rumanto. Dia berhenti sama sekali menjadi pengedar narkoba. Dia bercerita, selama ini mengedarkan narkoba ke beberapa sekolah. Dia menjadi gembong kecil-kecilan. Mirisnya, yang memperkenalkan dunia hitam padanya adalah pamannya sendiri. Setiap hari ia mendapat keuntungan sekitar 500 ribu. Uang segitu untuk ukuran saat itu sangatlah banyak.  Uang sebanyak itu ia habiskan untuk berfoya-foya, tanpa sisa sepeser pun.
            Beberapa hari kemudian, kudapati Rumanto membawa tas plastik hitam. Ternyata dia berjualan sandal. Beberapa guru dan teman-temannya membeli jualan Rumanto. Rupanya anak itu punya jiwa bisnis. Aku salut, dia tidak gengsi berjualan di usia mudanya. Aku acungkan jempol ke arahnya, disambut senyumnya yang ceria.
            Perubahan Rumanto, tidak berhenti sampai disitu. Pembawaannya, menjadi lebih sopan. Setiap bertemu guru, dia menganggukan kepala dan tersenyum. Jauuuuhh sekali dari sikapnya yang dulu. Bahkan seringkali aku mendapati, ia sedang sholat di mushola sekolah. Tanpa terasa air mataku berderai, menyaksikan ia sujud dengan khusyunya.
            Subhanallah, ketika Allah berkehendak untuk memberi hidayah pada hamba-Nya, maka tidak ada yang tidak mungkin baginya untuk bertobat. Dalam doa, kupanjatkan supaya Rumanto dan teman-temannya istiqomah dalam menjalankan kebenaran.        
Sumber

Minggu, 02 November 2014

Aplikasi Pengolah Nilai (Koreksi Soal Essay dan Pilihan Ganda)

SMKN1MT

Sebuah  Aplikasi Pengolah Nilai (Koreksi Soal Essay dan Pilihan Ganda) adalah untuk membantu Bapak/Ibu dalam mengoreksi soal ujian secara otomatis. Dilengkapi dengan Daya Pembeda Soal dan Tingkat Daya Kesukaran Soal, sehingga dapat menampilkan soal-soal yang layak dan tidak layak untuk diujikan.

Cover Aplikasi Pengolah Nilai







Kamis, 04 Juli 2013

Dari Reuni Kecil Menjelang Reuni Akbar

SMKN1MT -  "Reuni..." Begitulah kata yang sering di dengung-dengungkan oleh para alumni yang sekian lamanya sudah tidak berjumpa sesama rekan-rekanita sewaktu saat-saat indah menimba ilmu di sekolah, khususnya di SMK Negeri 1 Mempawah Timur  (Dulu namanya Sekolah Pembangunan  Pertanian Mempawah, 1987; kemudian diganti menjadi Sekolah Menengah Teknologi Pertanian ( SMTP, Tahun 1994 ), lalu berubah lagi, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Mempawah, Selanjutnya di ubah menjadi nama Sekolah Menengah Kejuruan Negeri I Mempawah Timur,  sampai sekarang.

Sejak setahun yang lalu gagasan reuni akbar ini disampaikan oleh Pak Ridwan kepada Kepala Sekolah untuk mengadakan even reuni akbar. Tindak lanjut pertama adalah diadakan pertemuan untuk membentuk panitia, sehingga terbentuklah panitia reuni akbar yang diketuai oleh Saudara Risan. Namun dalam pertemuan itu boleh dikatakan segelintir saja yang hadir, padahal jumlah angkatan sudah entah berapa angkatan yang diluluskan (sejak lulusan pertama tahun 1990 - sekarang) dan semoga semua para alumni lebih sukses dari guru-guru mereka...

Untuk terlaksananya reuni akbar nanti, maka diharapkan sportivitas dari semua angkatan untuk mensupport, mengkomunikasikan, menghubungi dan selalu menjalin informasi sesama rekan. Reuni Akbar tak akan pernah terlaksana apabila faktor keseriusan para alumni hanya sebatas retorika belaka.

Pihak sekolah sepenuhnya mensupport kegiatan ini, jangan ragu karena semua siswa SMK Pertanian B I S A.

Sebagai bentuk partisipasi ini maka diharapkan semua alumni agar dapat mendonasikan Rupiahnya agar pelaksanaan ini tercapai dengan gilang gemilang dengan tekad harus MERIAH walau letaknya pelosok...

Inilah Nomor Rekening IKA SMKN 1 MT 5025405040  Bank BPD Kal-Bar.

Bagi yang belum bergabung ke dalam grup CIVITAS AKADEMIKA SEKOLAH PERTANIAN MEMPAWAH untuk segera bergabung dengan meng-klik TAUTAN ini

Berikut galeri foto-foto saat diadakan reuni kecil di Hotel Kartika, Pontianak, pada tanggal 29 Juni 2013 Pukul 15.00 - 18.00



 








 



Sumber Foto-foto

Kamis, 30 Mei 2013

Siswa SMKN 1 MT Lulus Seratus Persen

SMKN1MT -  "Alhamdulillah.berkat doa para alumni, para siswa,para guru semua siswa kita lulus 100 %"!!

Begitulah isi tulisan Bapak Soni Miftahudin, SP, selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Mempawah Timur, di Grup Facebook Civitas Akademika Sekolah Pertanian Mempawah, taatkala  diumumkan kelulusan siswa-siswi pada tanggal 25 Mei 2013 di Sekolah Kejuruan Negeri 1 Mempawah Timur bertempat di ruang aula SMKN 1 MT. Pengumuman kelulusan itu pun juga serentak di seluruh Indonesi.

Tidak ada wajah murung, kusam, cemberut, sedih dan apa lagi tangisan ratapan ketidalulusan. Semuanya bergembira karena telah menyelesaikan pendidikan selama 3 (tiga) tahun di SMK Negeri I MT. Perjuangan selama itu seakan-akan impas pada saat itu juga dengan bertaburnya kegembiraan disetiap raut wajah para siswa. Hendaknya kegembiraan ini akan terus berlanjut untuk angkatan-angkatan berikutnya dan masih tetap mendominasi angka kelulusan 100%. Aamiin...!!

REWARD
Sehubungan dengan kelulusan tersebut, Sekolah yang dalam hal ini diwakili Kepala Sekolah,  menyerahkan bingkisan baju batik kepada 4 (empat ) Lulusan Terbaik. 
Keempat siswa tersebut adalah :

1) HIDAYAT, Jurusan Teknologi Komputer dan Jaringan (TKJ) Tahun 2010 - 2013
2) SALMA, Jurusan Teknologi Komputer dan Jaringan (TKJ)  Tahun 2010 - 2013
3) MUHAIMIN, Jurusan Agribisnis Produksi Tanaman (APT) Tahun 2010 - 2013
4) ARI ANDIKA,  Jurusan Agribisnis Produksi Tanaman (APT) Tahun 2010 - 2013
Insentif Motivasi Belajar

Sementara itu diserahkan juga Insentif Motivasi Belajar dari Bapak Ridwansyah, S.Pd Kepada HIDAYAT, Siswa Jurusan Teknologi Komputer dan Jaringan (TKJ),  karena telah memperoleh Nilai tertinggi pada Mata Diklat Bahasa Indonesia. Hal ini sesuai janji untuk memberikan reward atau motivasi kepada para siswa yang bakal memperoleh nilai tertinggi mata diklat Bahasa Indonesia,  berupa uang pribadi sejumlah nominal tertentu. 
Syukur Alhamdulillah, wujud semua itu telah diserahkan reward melalui Kepala Sekolah, yang selanjutnya disampaikan kepada HIDAYAT.
INFO KORAN

Menurut berita harian equator, bahwa di  Kabupaten Pontianak jumlah peserta ujian nasional 1.539 siswa, tidak lulus hanya lima siswa dengan nilai rata-rata 6,67.
Mengutip berita detik.com bahwa Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Indonesia mengumumkan : Untuk siswa SMK tingkat kelulusan sebanyak 99,95 persen. Hanya 0,5 persen siswa SMK seluruh Indonesia yang dinyatakan tidak lulus.

"Hasil tersebut mengalami kenaikan dari hasil UN tahun lalu sebesar 0,02 persen," ujarnya. Nuh mengatakan, kebanyakan para siswa yang tidak lulus karena nilai rata-rata ujianya tidak mencapai 5,5.

Dan ketidak lulusan juga dikarenakan faktor ada mata pelajaran yang kurang dari 4. "Paling banyak itu karena  rata-ratanya kurang dari 5,5," imbuhnya.
 HARAPAN
Harapan para guru semoga para alumni mampu dan selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas diri, mampu menjaga citra sekolah, guru, karyawan, orang tua dan seluruh civitas akademika SMKN 1 MT di manapun kelak kalian berada dan bekerja...!!

Selamat...!!! Perjuangan Kalian masih belum berhenti masih butuh Perjuangan yang keras agar kalian mampu sukses dalam karier dan kehidupan....!!!

Bagi yang belum bergabung di Groups Facebook, silakan ikuti tautan link ini untuk bergabung CA-SPM 

Sabtu, 24 November 2012

Ekspresi Ketika melaksanakan Audit Eksternal Mutu SMM ISO 9001-2008

SMKN1MT - Setelah menunggu beberapa tahun lamanya, akhirnya 'gawe' besar SMKN 1 Mempawah Timur terwujud juga dengan pelaksanaan Audit Eksternal Mutu SMM ISO 9001:2008 tahun 2012 dan dengan segala tantangan, hambatan serta banyaknya program-program sekolah, sehingga 'pasukan-pasukan' pengajar dan tenaga administratif  saling bahu membahu bekerja maksimal demi suksesnya Audit Eksternal Mutu ISO 9001:2008. 

Sebagaimana diketahui bahwa ISO SMKN 1 Mempawah Timur sejatinya dilaksanakan mulai dari tahun 2007, dengan beberapa kali peralihan kepala sekolah, mulai dari Bapak Ir. Teguh Setyawan yang semulanya menggawangi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dan ISO 9001:2008 akhirnya kandas ditengah jalan dikarenakan keterbatasan jumlah siswa yang tidak mencukupi seperti yang di persyaratkan dalam  SBI. (Padahal seluruh stakeholder SMKN 1 Mempawah Timur telah siap semuanya) dan ditambah lagi dengan berbagai kendala dilapangan dengan terpaksa di tunda penerapan ISO SMKN1MT. 

Kemudian dilanjutkan lagi oleh Bapak Drs. Iswanda selaku Kepala Sekolah pada waktu itu, pun tidak ada perkembangan sama sekali dan ditambah  dengan ketiadaan dana khusus ISO.


Selanjutnya sesuai dengan 'warning' pemerintah pusat (menteri pendidikan dan kebudayaan) bahwa seluruh SMK di Indonesia tahun 2014 sudah WAJIB menerapkan SMM ISO (Standar Managemen Mutu - International Standard Organitation) 9001:2008.


Resiko yang ditanggung jika tidak melaksanakan/menerapkan ISO 9001:2008 adalah kesempatan para alumni untuk mencari kerja geraknya akan menjadi sempit dengan ketatnya persyaratan untuk mencari kerja. dan bahkan SMKN1MT lama-lama akan 'mati suri' atau terkucilkan bahkan kemungkinan besar sekolah di merger dengan sekolah yang telah mengantongi sertifakat ISO.

Oleh sebab itulah, Mau tidak mau, wajib atau tidak wajib, maka dengan ditekad-tekadkan oleh seluruh stakeholder SMKN1MT disertai dana yang minim dan diimbangi dengan motivasi yang luar biasa, akhirnya dengan  tampuk pimpinan yang dipegang oleh  Bapak Soni Miftahudin, SP untuk melanjutkan 'pengawalan' yang dibantu oleh MR (Management Representatif) atau WMM ( Wakil Manajemen Mutu), yaitu Ridwansyah, S.Pd, akhirnya 'perwujudan' SMM ISO 9001:2008 yang sesungguhnya telah dilaksanakan tanggal 22 November 2012 dan dimulai dari pukul 08.30 sampai pukul 17.00. Namun hasilnya BELUM DAPAT DIPUBLIKASIKAN. Karena masih menunggu hasil dari Auditor di Jakarta untuk menentukan apakah LAYAK atau TIDAK untuk mendapatkan SERTIFIKAT ISO 9001:2008. Mohon doa restu dari seluruh CIVITAS AKADEMIKA SMKN1MT, agar sertifikat ISO 9001:2008 dapat diraih / diterima.

Berikut adalah ekspresi-ekspresi menawan sebelum dan setelah selesai pelaksanaan Audit.

Bang Jul, ekspresi serius mempersiapkan data-data
Wah,,,ibu-ibu ini bergelut dengan dokumen
(Bu Nursyamsiah,Bu Erma, dan Bu Lasti)
Bang Junai,,,Pemberi semangat teman-teman
Persiapan Opening meeting ISO 9001-2008
Persiapan Opening meeting ISO 9001-2008
Persiapan Opening meeting ISO 9001-2008
Wajah-wajah tegang,,,santai saja Bu...!!
Kelelahan 'menghajar' Pak Haji Ir. Kurnain
setelah di 'brondong dengan segudang pertanyaan,Kaciannn...!!
Asyik berdiskusi sambil bersenda gurau,,,^tetap semangat$
Aktiviti setelah di Audit,,,Mengaso...!!*capeekk tapi santai...*
Master dokumen, Bapak M.Zamroni...Tetap ceria
^smile kills^
Kelelahan juga melanda para Bapak-Bapak ini...Kasian...!!
(P.Revi lagi gundah gulana mikirin mau ke Bali)
Sebelum clossing Meeting,,Mejeng dulu..
senyum,melotot,ihh,,ada yg nunjukin bogem,,,,
Bapak Shodiqin dari SMKN 2 Singkawang bersama Bapak Soni Miftahudin
(Kembar ya Pak..??)
Ini nih Ujung Tombak terlaksananya ISO 9001-2008
Keep Smile ,,,  keep spirit,,,n keep money


Satu tahap telah dilaksanakan sambil menunggu hasil...

Jumat, 26 Oktober 2012

Ipv6 Telah Resmi Diluncurkan

SMKN1MT-   Seperti yang kita ketahui, pertumbuhan internet sangat sangat drastis sehingga sudah bukan hal yang mustahil akan tetap berkembang seiring dengan kebutuhan manusia.

IP Address adalah salah satu elemen penting, seperti yang kita ketahui IP Versi 4 yang kini digunakan suatu saat akan habis. IP Versi 6 (IPV6) yang sebelumnya sudah dimplementasikan oleh beberapa pengguna internet akan menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan dari IPV4 tersebut.

Juni 2012 menjadi bulan bersejarah bagi perkembangan internet di dunia. Ya, 6 Juni 2012 IPv6 Telah Resmi Diluncurkan. Seperti yang saya peroleh di website http://www.worldipv6launch.org/

Major Internet service providers (ISPs), home networking equipment manufacturers, and web companies around the world are uniting to redefine the global Internet and permanently enable IPv6 for their products and services on 6 June 2012.
Sekilas IPV4 (IP Versi 4)

Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296 host, bila host yang ada di seluruh dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6.
Sekilas IPV6 (IP Versi 6)

Internet Protocol version 6 adalah protokol internet generasi baru yang menggantikan protokol versi sebelumnya (IPv4). Tujuan utama diciptakan IPv6 karena keterbatasan ruang alamat di IPv4 yang hanya terdiri dari 32 bit.
IPv6 vs IPv4

Kelebihan IPv6 dengan IPv4 antara lain:

    Ruang alamat IPv6 yang lebih besar yaitu 128 bit.
    Pengalamatan multicast, yaitu pengiriman pesan ke beberapa alamat dalam satu group.
    Stateless address autoconfiguration (SLAAC), IPv6 dapat membuat alamat sendiri tanpa bantuan DHCPv6.
    Keamanan lebih bagus dengan adanya default sekuriti IPSec.
    Pengiriman paket yang lebih sederhana dan efisien.
    Dukungan mobilitas dengan adanya Mobile IPv6.

Paket IPv6

IP Versi 6

IP Versi 6

Paket IPv6 terdiri dari dua bagian yaitu: Paket Header dan Paket Payload.

Ukuran paket Header terdiri dari 40 oktet (320 bit) yang terdiri dari:

    versi, 4 bit.
    Traffic class, 8 bit.
    Label Flow, 20 bit.
    Panjang Payload, 16 bit.
    Header berikutnya, 8 bit.
    Batasan hop, 8 bit.
    alamat tujuan, 128 bit
    alamat asal, 128 bit

Ukuran panjang Payload adalah 16 bit dan bisa membawa maximum 65535 oktet.

referensi: wikipedia

sumber:

Ayo, Tes Mata dan Otak Anda Lewat Permainan Ini

SMKN1MT- Ada satu permainan menarik dengan melihat gambar di bawah ini. Sesekali kita lakukan tes untuk meneliti seberapa teliti mata mencari dan melatih respon otak.

Ayo, Tes Mata dan Otak Anda Lewat Permainan Ini
Mata (ilustrasi)

Aturan mainnya sebagai berikut:

1. Sebaiknya lakukan hal ini bersama keluarga, teman-teman atau pasangan.

2. Ambil stopwatch untuk menghitung waktu

3. Tentukan caranya: "Cari angka 8 dari deretan angka pada gambar"

4. Siap? Langsung cari...

5. Nah, kalau Anda  bisa mendapatkan angka 8 di bawah 15 detik berarti mata kamu masih jeli dan cerdas. Kalau antara 30 hingga 40 detik, artinya standar. Tapi kalau lebih dari 1 menit, wah harus periksa ke dokter mata, deh.

Selamat bermain :-)

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sumber

Kritik dan Saran
Nama :
Email :
Perihal :
Pesan :
Gambar (huruf sensitif):
Jika kotak yang tersedia tidak mencukupi atau ingin mengirimkan artikel, Anda dapat menggunakan TAUTAN INI

 
Powered by Blogger